Jalanjalan.web.id — Biasanya, liburan identik dengan pengalaman menyenangkan, mulai dari berburu kuliner khas hingga mengunjungi bangunan bersejarah. Tetapi, pada kenyataannya, tidak sedikit pelancong yang justru pulang membawa cerita kurang menyenangkan karena menjadi korban pencurian.
Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa pencurian merupakan tindak kriminal yang paling sering dialami wisatawan. Laporan tersebut menganalisis sejumlah negara di Eropa berdasarkan data kejahatan lokal, termasuk pencopetan, perampokan, pembobolan properti, hingga pencurian kendaraan.
Kasus Pencurian Tertinggi di Inggris
Dalam laporan perusahaan perdagangan Atmos yang dirilis Desember 2025, Inggris berada di posisi teratas sebagai negara tujuan wisata dengan risiko pencurian tertinggi di Eropa.
Setiap tahun tercatat sekitar 254 ribu kasus pembobolan rumah, atau hampir satu kejadian setiap dua menit. Risiko juga cukup besar bagi turis yang menyewa kendaraan, karena terdapat sekitar 364 ribu pencurian mobil per tahun.
Di area publik seperti tempat wisata, stasiun, dan pusat keramaian, kasus copet juga tinggi dengan lebih dari 121 ribu laporan setiap tahunnya. Hal ini membuat wisatawan disarankan ekstra waspada saat membawa barang berharga.
Posisi Kedua ada Prancis dan Denmark
Posisi kedua ditempati Prancis dengan sekitar 63 ribu kasus perampokan per tahun. Banyak kejadian terjadi di sekitar hotel berbintang serta distrik belanja mewah.
Turis yang memakai barang bermerek mencolok atau perhiasan mahal dinilai menjadi target empuk, apalagi angka pencopetan mencapai sekitar 126 ribu kasus setiap tahun.
Sementara itu, Denmark berada di urutan ketiga. Meski dikenal sebagai negara kecil dan tertata, negara ini mencatat 23 ribu pembobolan properti tiap tahun. Selain itu, hampir 160 ribu orang melaporkan kehilangan barang, angka yang cukup tinggi dibanding negara Eropa lain.
Latvia Termasuk Paling Aman
Di sisi sebaliknya, Latvia masuk kategori destinasi paling aman dalam laporan tersebut. Negara ini hanya mencatat sekitar 700 kasus pencurian per tahun, jauh lebih rendah dibanding negara lain dalam daftar.
Peneliti menegaskan bahwa hasil studi bukan untuk menakut-nakuti wisatawan, melainkan sebagai pengingat agar pelancong tetap berhati-hati. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat saja mencatat lebih dari 839 ribu kasus pembobolan rumah pada 2024.
Tips Singkat Agar Aman Saat Traveling
- Simpan paspor dan uang di tas anti-copet
- Hindari memamerkan barang mahal
- Gunakan pengunci koper atau tas ransel
- Jangan menaruh barang di meja restoran terlalu lama
- Waspada di transportasi umum dan tempat ramai