Jalanjalanmurah.web.id — Bagi banyak orang, memilih minuman ketika berada di pesawat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang tak boleh dilewatkan. Sebagian penumpang memilih air mineral untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, sementara yang lain lebih menyukai kopi, jus, atau minuman bersoda.
Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada satu minuman yang justru dianggap paling ideal dikonsumsi ketika berada di ketinggian puluhan ribu kaki? Jawabannya adalah ginger ale atau soda jahe.
Mungkin minuman ini tidak terlalu istimewa saat dinikmati di darat. Bahkan, banyak orang hanya mengonsumsinya ketika sedang tidak enak badan atau menggunakannya sebagai campuran koktail. Namun, situasinya berubah ketika seseorang berada di dalam kabin pesawat.
Mengapa Ginger Ale Lebih Nikmat di Dalam Pesawat?

Para ahli menjelaskan bahwa kondisi di dalam pesawat dapat memengaruhi cara kerja indra pengecap dan penciuman manusia. Udara di kabin yang cenderung kering serta tekanan udara yang berbeda dari kondisi di darat membuat sensitivitas lidah terhadap rasa tertentu menurun.
Nutrisionis Lauren Grosskopf, MS, LDN, mengungkapkan bahwa rasa manis dan asin menjadi dua sensasi yang paling terdampak selama penerbangan.
Ketika seseorang berada di dalam pesawat, minuman yang biasanya terasa manis bisa menjadi lebih hambar. Hal yang sama juga terjadi pada rasa asin. Kondisi tersebut ternyata justru menguntungkan bagi ginger ale, terutama jenis dry ginger ale.
Berkurangnya persepsi terhadap rasa manis membuat karakter soda jahe menjadi lebih ringan, segar, dan terasa lebih bersih di lidah. Tak heran jika banyak penumpang merasa ginger ale jauh lebih enak saat diminum di pesawat dibandingkan ketika berada di darat.
Ginger Ale Juga Membantu Meredakan Mual
Tak hanya memiliki cita rasa yang lebih nikmat di ketinggian, ginger ale juga menawarkan manfaat lain bagi penumpang pesawat.
Jahe sejak lama dikenal sebagai bahan herbal yang dipercaya dapat membantu meredakan mual, gangguan pencernaan, hingga rasa tidak nyaman pada perut. Bagi sebagian orang, penerbangan panjang atau turbulensi dapat memicu rasa mual dan cemas.
Meski tidak semua produk ginger ale mengandung ekstrak jahe asli, rasa dan aroma yang menyerupai jahe tetap dapat memberikan efek menenangkan secara psikologis. Sensasi tersebut membuat banyak penumpang merasa lebih nyaman selama perjalanan.
Jika maskapai menyediakan ginger ale yang mengandung ekstrak jahe alami, manfaat yang dirasakan pun berpotensi menjadi lebih optimal.
Selain itu, minuman ini juga memberikan kenyamanan emosional tersendiri bagi para pelancong. Bagi sebagian orang, menikmati segelas ginger ale dingin saat pesawat mengudara telah menjadi semacam ritual kecil yang membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan dan menenangkan.
Menariknya lagi, memesan ginger ale ternyata juga memudahkan pekerjaan awak kabin. Beda dengan beberapa jenis minuman bersoda lain yang menghasilkan busa berlebihan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk disajikan, ginger ale dapat dituang dengan lebih cepat sehingga membantu proses pelayanan tetap berjalan lancar.
Dengan berbagai alasan tersebut, tidak berlebihan jika ginger ale disebut sebagai salah satu minuman terbaik yang bisa dinikmati saat berada di dalam pesawat.
Selain terasa lebih segar karena dipengaruhi kondisi kabin, soda jahe juga memberikan efek menenangkan dan membantu membuat pengalaman terbang menjadi lebih nyaman.