Jalanjalanmurah.web.id — Cuaca ekstrem yang melanda Prancis membuat Disneyland Paris mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara operasional seluruh wahana luar ruangan. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan pengunjung dan karyawan setelah suhu udara diperkirakan mencapai lebih dari 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Penutupan tersebut berlangsung di Disneyland Park maupun Disney Adventure World selama kondisi cuaca masih dinilai berbahaya. Kebijakan ini menjadi bagian dari respons terhadap gelombang panas yang melanda Prancis dan beberapa negara di Eropa Barat akibat fenomena heat dome atau kubah panas.
Berdasarkan data Météo-France, suhu di sejumlah daerah terus meningkat hingga memicu status siaga merah nasional. Kondisi tersebut mendorong berbagai tempat wisata dan fasilitas publik melakukan penyesuaian operasional guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem.
Informasi terkait penghentian operasional wahana luar ruangan pertama kali ramai dibagikan oleh akun pengamat Disneyland, @ED92Magic. Disebutkan bahwa seluruh atraksi dengan lintasan terbuka dan area antrean di luar ruangan ditutup sementara hingga kondisi cuaca kembali normal.
Beberapa wahana favorit seperti Indiana Jones and the Temple of Peril, Dumbo the Flying Elephant, serta Toy Soldiers Parachute Drop termasuk dalam daftar atraksi yang tidak beroperasi selama periode cuaca panas.
Atraksi Indoor Tetap Dibuka untuk Pengunjung
Walaupun sebagian besar wahana luar ruangan dihentikan, pengunjung masih dapat menikmati berbagai atraksi yang berada di dalam ruangan. Disneyland Paris tetap mengoperasikan pertunjukan teater, area eksplorasi indoor, hingga berbagai dark ride berpendingin udara yang dinilai lebih aman selama suhu tinggi.
Pihak pengelola juga mengimbau wisatawan untuk terus memantau aplikasi resmi Disneyland Paris guna memperoleh informasi terbaru mengenai operasional wahana maupun perubahan jadwal selama cuaca ekstrem berlangsung.
Tak hanya itu, pemerintah setempat turut membatasi sejumlah kegiatan hiburan malam. Pertunjukan Cascade of Lights, misalnya, tetap digelar tetapi tanpa kembang api sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko kebakaran akibat suhu yang sangat tinggi.
Gelombang panas kali ini juga berdampak luas di berbagai wilayah Prancis. Lebih dari 1.350 sekolah dilaporkan ditutup, sementara layanan transportasi publik terus mengingatkan masyarakat agar menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya.
Sejumlah destinasi wisata terkenal, termasuk Museum Louvre dan Menara Eiffel, juga menyesuaikan jam operasional demi melindungi pengunjung maupun para pekerja. Kondisi tersebut mengingatkan Prancis pada gelombang panas besar tahun 2003 yang menelan ribuan korban jiwa dan menjadi titik awal penerapan sistem peringatan cuaca ekstrem di negara tersebut.
Bagi wisatawan yang tetap berkunjung ke Disneyland Paris, atraksi dalam ruangan menjadi pilihan utama hingga cuaca kembali membaik dan seluruh wahana luar ruangan dapat beroperasi seperti biasa.