Jalanjalanmurah.web.id — Pulau Favignana di lepas pantai Sisilia, Italia, kini punya alasan baru untuk menarik wisatawan. Pulau yang dihuni sekitar 3.000 orang itu menjadi salah satu lokasi penting dalam film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey.
Popularitas film tersebut berpotensi membawa dampak besar bagi pariwisata Favignana. Pemerintah dan pelaku usaha setempat pun mulai menyiapkan berbagai cara untuk memanfaatkan perhatian wisatawan.
The Odyssey sendiri mengangkat kisah perjalanan Odiseus, pahlawan Yunani kuno, dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya usai Perang Troya. Film ini merupakan adaptasi dari karya epik Homer.
Film yang dirilis pada Juli 2026, di pekan pertama, The Odyssey mencatat pendapatan global US$264 juta atau sekitar Rp4,7 triliun. Pencapaian tersebut menjadi debut terbesar dalam karier penyutradaraan Nolan.
Favignana memiliki peran penting dalam film. Tim produksi menggunakan pulau tersebut sebagai gambaran Ithaca, tanah kelahiran Odiseus.
Pulau ini terletak sekitar tujuh kilometer dari pesisir barat Sisilia. Favignana juga menjadi pulau terbesar di Kepulauan Egadi.
Salah satu lokasi yang menonjol adalah Castello di Santa Caterina. Benteng yang berada di atas bukit tersebut digunakan sebagai lokasi istana Odiseus dalam film.
Favignana Siapkan Pameran Bertema The Odyssey
Pemerintah Favignana melihat peluang besar dari popularitas The Odyssey. Mereka ingin mengubah jejak produksi film menjadi daya tarik wisata baru.
Departemen Kebudayaan Sisilia ikut mendukung rencana tersebut. Pemerintah setempat berencana membuka pameran permanen pada Oktober mendatang.
Lokasinya berada di bekas pabrik pengolahan tuna Florio. Tempat tersebut sebelumnya menjadi markas tim produksi selama pembuatan film.
Pengunjung nantinya bisa melihat berbagai perlengkapan produksi. Pameran juga akan menampilkan sejumlah kostum yang digunakan dalam proses syuting.
Wali Kota Favignana Giuseppe Pagoto mengatakan pameran tersebut akan memberikan gambaran mengenai proses pembuatan film.
“Gagasannya adalah memungkinkan para pengunjung merasakan berbagai tahapan proses produksi film, serta melihat langsung beberapa kostum dan perlengkapan yang digunakan selama syuting,” ucap Pagoto, sebagaimana dikutip Independent.
Proses produksi The Odyssey sendiri berlangsung cukup lama di Favignana. Tim film berada di pulau tersebut sejak akhir 2024 hingga musim semi 2025.
Setidaknya, sekitar 500 warga lokal ikut terlibat dalam produksi. Mereka bekerja sebagai pemeran figuran maupun bagian dari tim produksi.
Pelaku Usaha Bidik Wisatawan dari Amerika Serikat

Popularitas film Hollywood memberikan harapan baru bagi pelaku usaha pariwisata di Favignana. Mereka berharap penggemar The Odyssey datang langsung untuk melihat lokasi yang muncul dalam film.
Fenomena tersebut dikenal sebagai film tourism. Wisatawan memilih destinasi karena pernah melihat tempat tersebut dalam film atau serial televisi favorit mereka.
Sisilia sebelumnya sudah merasakan dampak positif dari tren tersebut. Serial Inspector Montalbano, misalnya, ikut meningkatkan daya tarik kawasan pesisir tenggara Sisilia.
Pelaku usaha lokal berharap The Odyssey memberikan dampak serupa. Mereka bahkan melihat peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan asal Amerika Serikat.
“Kami yakin seluruh wilayah Sisilia barat akan menjadi makin menarik bagi wisatawan, khususnya dari Amerika Serikat, berkat efek film The Odyssey,” kata Giacomo Incarbona, Ketua Asosiasi Pengusaha Perhotelan Lokal.
Tren wisata berbasis film juga terus berkembang secara global. UNWTO memperkirakan destinasi yang tampil dalam film populer dapat mengalami peningkatan kunjungan wisatawan sekitar 25 hingga 40 persen.
Potensi ekonominya juga sangat besar. Future Market Insights memperkirakan nilai sektor film tourism secara global dapat mencapai US$157,5 miliar pada 2036.
Bagi Favignana, popularitas The Odyssey menjadi peluang untuk memperkenalkan pulau tersebut kepada pasar internasional. Pemerintah setempat kini berupaya memastikan perhatian tersebut tidak hanya menghasilkan lonjakan wisatawan sesaat, tetapi juga mendukung perkembangan pariwisata secara berkelanjutan.