Jalanjalanmurah.web.id — Wisatawan yang hendak menjelajahi kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, untuk sementara tidak bisa mencapai seluruh jalur wisata seperti biasanya. Akses menuju kawasan atas dibatasi setelah muncul fenomena blue fire di sekitar kawah yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Fenomena tersebut pertama kali dilaporkan pada Kamis (24/9/2026). Menyusul kemunculan blue fire, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menerapkan pembatasan kunjungan.
Untuk sementara, wisatawan hanya diperbolehkan beraktivitas sampai Pos 4. Jalur yang mengarah ke kawasan kawah dan jalur pendakian utama disterilkan dari aktivitas pengunjung.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat Vitriana Yulalita mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi wisatawan selama kondisi vulkanik masih dipantau.
“Sementara waktu dilakukan pembatasan pengunjung hingga Pos 4,” ujar Vitriana.
Pembatasan tidak hanya berlaku bagi pendakian. Sejumlah aktivitas luar ruangan yang memiliki risiko lebih tinggi, termasuk camping, juga dihentikan sementara.
Papandayan Berpotensi Mengeluarkan Gas Berbahaya
Kemunculan blue fire di kawasan kawah menjadi perhatian karena berdasarkan penilaian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kondisi tersebut memiliki potensi bahaya bagi manusia.
Risiko yang perlu diantisipasi antara lain semburan gas bertekanan serta paparan gas vulkanik beracun. Konsentrasi gas di kawasan tertentu bahkan disebut telah melampaui ambang batas yang aman bagi kesehatan manusia.
Dengan kondisi tersebut, pengunjung tidak diperbolehkan mendekati kawah sampai terdapat kepastian mengenai keamanan kawasan.
Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan Amin Kaban mengatakan wisatawan yang datang saat ini masih dapat menikmati kawasan wisata di bagian bawah. Namun, akses menuju jalur pendakian utama telah ditutup dan tidak dapat dilalui pengunjung.
Pembatasan ini dilakukan agar wisatawan tidak memasuki area yang berpotensi terkena paparan gas vulkanik. Pengelola juga mengikuti perkembangan hasil pemantauan yang dilakukan bersama pihak terkait.
Pembukaan Jalur Menunggu Rekomendasi PVMBG
Kondisi Gunung Papandayan saat ini terus dipantau oleh tim gabungan yang terdiri atas BBKSDA Jawa Barat, PVMBG, dan pengelola TWA Gunung Papandayan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik di sekitar kawah. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebijakan kunjungan berikutnya.
Jalur menuju kawah belum akan dibuka kembali sampai ada keputusan resmi mengenai keamanan lokasi dari otoritas vulkanologi.
Pengelola TWA Gunung Papandayan menegaskan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur pendakian tidak hanya bergantung pada kondisi yang terlihat di lapangan. Perkembangan aktivitas vulkanik dan rekomendasi keselamatan dari PVMBG menjadi pertimbangan utama.
Selama pembatasan masih berlaku, wisatawan yang berkunjung ke Gunung Papandayan harus mematuhi batas akses hingga Pos 4 dan tidak mendekati kawasan kawah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan gas vulkanik maupun bahaya lain yang dapat muncul seiring peningkatan aktivitas gunung.