Jalanjalanmurah.web.id — Otoritas Imigrasi Thailand mulai memperketat pemeriksaan terhadap warga negara asing setelah menemukan penyalahgunaan fasilitas bebas visa untuk berbagai aktivitas ilegal. Kebijakan ini diambil karena sejumlah pengunjung memanfaatkan masa tinggal bebas visa untuk bekerja secara ilegal, melakukan kejahatan, hingga menetap tanpa izin.
Penyalahgunaan Visa di Area Wisata Populer
Biro Imigrasi Thailand mengungkapkan bahwa praktik ini paling sering ditemukan di wilayah yang banyak dihuni ekspatriat, seperti Pattaya, Phuket, dan Hua Hin. Menurut laporan Mayor Cheongron Rimpadee yang dikutip dari Bangkok Post, beberapa WNA melakukan visa run berulang kali untuk memperpanjang masa tinggal tanpa alasan resmi.
Program bebas visa Thailand memberi kesempatan warga dari 93 negara untuk masuk tanpa visa selama 60 hari, kemudian bisa diperpanjang 30 hari lagi di kantor imigrasi. Namun, aturan baru menetapkan bahwa wisatawan yang melakukan lebih dari dua kali visa run tanpa alasan jelas berisiko ditolak masuk saat kembali ke Thailand.
Pemerintah menegaskan bahwa WNA yang ingin tetap tinggal setelah batas kunjungan bebas visa akan diminta mengurus visa resmi, bukan lagi mengandalkan keluar-masuk negara secara berulang.
Ribuan Orang Sudah Ditolak Masuk
Sepanjang tahun ini, sekitar 2.900 pengunjung sudah ditolak masuk karena dianggap menyalahgunakan fasilitas bebas visa. Kantor imigrasi di berbagai daerah juga akan memperketat persetujuan perpanjangan masa tinggal, terutama bagi mereka yang dicurigai bekerja tanpa izin.
Biro Imigrasi mengakui bahwa pemeriksaan lebih ketat bisa memperlambat antrean paspor pada musim ramai wisatawan. Meski demikian, mereka memastikan akan menambah petugas untuk menjaga proses tetap lancar.
Pengetatan Terkait Lonjakan Aktivitas Ilegal
Langkah ini diambil seiring meningkatnya kasus narkoba dan WNA yang bekerja secara ilegal di Thailand. Dalam 10 bulan pertama tahun ini, Thailand mencatat lebih dari 26,6 juta kedatangan, meski jumlah ini turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.