Jalanjalanmurah.web.id — Arus wisatawan mancanegara ke Jepang mengalami koreksi pada awal 2026. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah wisman yang datang sepanjang Januari tercatat lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu.
Mengutip laporan Reuters, penurunan ini menjadi yang pertama dalam empat tahun terakhir bagi negara yang kerap disebut sebagai salah satu destinasi paling diminati di dunia.
Menurut data resmi dari Japan National Tourism Organization (JNTO), total kunjungan wisatawan asing pada Januari 2026 mencapai 3.597.500 orang. Angka tersebut menurun 4,9 persen secara tahunan (year-on-year) dan menjadi koreksi pertama sejak Januari 2022.
Penurunan paling mencolok berasal dari wisatawan China daratan. Jumlah kedatangan dari pasar ini anjlok 61 persen menjadi 385.300 orang.
Faktor Geopolitik dan Kalender Imlek
Merosotnya turis asal China tidak terlepas dari situasi diplomatik yang memanas. Pemerintah Beijing sebelumnya mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang sejak November lalu. Imbauan tersebut muncul setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyinggung potensi konflik China-Taiwan sebagai ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
Selain isu geopolitik, faktor kalender juga berpengaruh. Tahun Baru Imlek pada 2026 jatuh pada pertengahan Februari, berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlangsung di akhir Januari. Pergeseran ini membuat lonjakan perjalanan dari China belum sepenuhnya tercatat pada periode Januari.
Meski total kunjungan menurun, pasar wisata dari Korea Selatan justru mencatat kinerja impresif. Negeri Ginseng menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 1.176.000 pengunjung, melonjak 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi rekor bulanan tertinggi dan pertama kalinya satu negara menembus angka 1,1 juta kunjungan dalam satu bulan ke Jepang.
Selain Korea Selatan, pertumbuhan juga terlihat dari pasar lain. Wisatawan asal Taiwan meningkat 17 persen menjadi 694.500 orang. Sementara itu, jumlah turis dari Amerika Serikat naik 14 persen menjadi 207.800 orang.
Tren Pariwisata Jepang Pasca-Pandemi
Industri pariwisata Jepang sebenarnya menunjukkan pemulihan kuat setelah pembatasan era Covid-19 dicabut. Dalam beberapa bulan terakhir, angka kunjungan bahkan kerap melampaui level sebelum pandemi.
Namun, dinamika geopolitik di Asia Timur serta faktor musiman membuat performa awal tahun 2026 sedikit terkoreksi. Ke depan, stabilitas hubungan regional dan momentum libur internasional akan menjadi penentu utama apakah Jepang mampu kembali mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asing.