Jalanjalanmurah.web.id — Mobilitas lintas batas antara Malaysia dan Singapura akan jauh lebih cepat mulai akhir 2026. Kereta Rapid Transit System Link (RTS Link) dijadwalkan beroperasi perdana pada Desember 2026, memangkas waktu tempuh Johor Bahru–Singapura menjadi sekitar lima menit saja.
Melansir dari Channel NewsAsia, proyek ini dirancang untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas antara Johor Bahru dan Singapura.
RTS Link akan menghubungkan Woodlands North MRT Station di Singapura dengan Bukit Chagar Station di Malaysia. Kereta beroperasi dengan interval keberangkatan tercepat 3,6 menit.
Sebanyak delapan rangkaian kereta disiapkan untuk tahap awal operasional. Kereta pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 dan layanan terakhir pada tengah malam setiap hari.
Kapasitas Besar, Imigrasi Lebih Cepat
Setiap rangkaian mampu membawa lebih dari 600 penumpang dalam satu perjalanan, dengan kapasitas maksimum hingga 10.000 penumpang per jam per arah. Sistem ini diproyeksikan signifikan mengurangi antrean panjang di perbatasan.
Meski perjalanan hanya lima menit, penumpang tetap wajib melalui pemeriksaan imigrasi. Sekitar 100 gerbang otomatis berbasis AI akan dipasang untuk mempercepat proses, dengan estimasi waktu pemeriksaan sekitar tujuh detik per orang.
Fasilitas lain mencakup 10 jalur pemeriksaan keamanan, 18 pemindai bagasi, serta jalur khusus bagi penumpang tanpa barang bawaan.
Tarif dan Penggantian Layanan Lama
Setelah enam bulan beroperasi, RTS Link direncanakan menggantikan layanan KTM Shuttle Tebrau rute Woodlands Checkpoint–JB Sentral mulai Juni 2027.
Untuk tarif, penumpang diperkirakan membayar 5–7 dolar Singapura (sekitar Rp66.000–Rp92.000) sekali jalan. Angka tersebut masih menunggu penetapan final pada paruh kedua 2026.
Biaya ini tergolong jauh lebih hemat dibanding bepergian menggunakan mobil pribadi lintas negara yang dapat mencapai 50 dolar Singapura per hari mulai Januari 2027.
Kehadiran RTS Link pun diproyeksikan menjadi solusi transportasi cepat, efisien, dan terjangkau bagi pekerja harian maupun wisatawan kedua negara.