Kenapa Ventilasi Pesawat Harus Tetap Nyala? Ini Alasannya!

Jalanjalanmurah.web.id — Banyak penumpang memilih mematikan ventilasi udara di atas kursi saat naik pesawat karena merasa udara yang keluar terlalu dingin atau membuat kulit kering. Kebiasaan ini memang cukup umum, terutama bagi mereka yang ingin merasa lebih nyaman selama penerbangan.

Namun, para ahli kesehatan justru menyarankan sebaliknya. Membiarkan ventilasi tetap menyala dapat membantu menjaga kualitas udara di sekitar Anda sekaligus meningkatkan kenyamanan selama berada di kabin.

Ventilasi udara di pesawat berperan penting dalam menjaga sirkulasi udara tetap lancar. Sistem ini membantu mengalirkan udara segar ke dalam kabin sehingga suasana tidak terasa pengap.

Dokter anak sekaligus ahli alergi dan imunologi, Amiirah Aujnarain, menyarankan agar penumpang tetap menyalakan ventilasi selama penerbangan berlangsung.

Agar tetap nyaman, arahkan aliran udara ke atas atau ke samping, bukan langsung ke wajah. Cara ini memungkinkan udara tetap bersirkulasi tanpa menimbulkan rasa dingin berlebih.

Dampak Mematikan Ventilasi Udara

Mematikan ventilasi memang tidak langsung memengaruhi kualitas udara secara keseluruhan di dalam kabin. Namun, kebiasaan ini dapat mengurangi aliran udara di sekitar tempat duduk Anda.

Akibatnya, udara di area tersebut menjadi lebih stagnan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan paparan debu, serbuk sari, hingga droplet dari penumpang lain di sekitar Anda.

Bagi orang dengan kondisi seperti asma, alergi, atau saluran pernapasan sensitif, udara yang tidak bergerak dapat memperparah gejala dan membuat perjalanan terasa kurang nyaman.

Sebaliknya, aliran udara yang stabil mampu membantu mengencerkan partikel seperti alergen dan kuman, sehingga udara terasa lebih segar dan aman untuk dihirup.

Mitos Soal Udara Pesawat yang Kotor

Banyak orang masih menganggap udara di dalam pesawat kotor dan jarang diganti. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pesawat modern telah dilengkapi dengan sistem filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) yang mampu menyaring lebih dari 99 persen partikel berbahaya, termasuk bakteri, virus, dan alergen.

Selain itu, udara di dalam kabin diperbarui sekitar 20 hingga 30 kali setiap jam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sirkulasi udara di ruangan kantor pada umumnya.

Sistem aliran udara di kabin juga dirancang secara vertikal, dari atas ke bawah, untuk meminimalkan perpindahan partikel antar penumpang.

Bagi Anda yang merasa tidak nyaman dengan udara dari ventilasi, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus mematikannya.

Arahkan ventilasi sedikit menjauh dari wajah, misalnya ke atas kepala atau ke samping. Cara ini tetap menjaga sirkulasi udara tanpa membuat Anda kedinginan.

Selain itu, gunakan pakaian hangat seperti jaket, sweater, atau syal untuk mengurangi rasa dingin selama penerbangan.

Tips Menghindari Kulit Kering Saat Terbang

Udara di dalam kabin memang cenderung kering, sehingga bisa membuat kulit terasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Anda bisa membawa produk pelembap seperti lip balm, krim tangan, atau face mist.

Penggunaan semprotan hidung saline juga dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan selama perjalanan.

Dengan langkah sederhana ini, Anda tetap bisa merasa nyaman tanpa harus mematikan ventilasi udara.

Menyalakan ventilasi udara selama penerbangan merupakan pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan. Aliran udara yang stabil membantu mengurangi paparan partikel di sekitar serta membuat kabin terasa lebih segar.

Jadi, pada penerbangan berikutnya, sebaiknya Anda tidak langsung mematikan ventilasi. Cukup atur arah alirannya agar tidak mengganggu, dan nikmati perjalanan yang lebih sehat dan nyaman.

Author: pangeranbertopeng