UNESCO Perluas Jaringan Geopark, Ini Daftar Terbarunya

Jalanjalanmurah.web.id — UNESCO kembali memperluas daftar geopark dunia dengan menetapkan 12 situs baru sebagai bagian dari jaringan Geopark Global pada 2026. Dengan penambahan ini, total geopark yang diakui secara internasional kini mencapai 241 lokasi yang tersebar di 51 negara.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya global dalam melindungi warisan geologi sekaligus mendorong edukasi dan pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas lokal.

Geopark Bukan Sekadar Wisata Alam

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menegaskan bahwa setiap bentang alam seperti batuan, fosil, hingga ngarai memiliki nilai sejarah yang penting bagi umat manusia.

Menurutnya, geopark tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penelitian ilmiah. Selain itu, keberadaan geopark juga berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam menjaga sekaligus mewariskan pengetahuan tentang kekayaan alam tersebut.

Daftar 12 Geopark Global Terbaru

Sebanyak 12 geopark baru yang ditetapkan tersebar di berbagai negara di dunia. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Changshan Geopark – China
  2. Mount Siguniang Geopark – China
  3. Terres d’Hérault Geopark – Prancis
  4. Nisyros Geopark – Yunani
  5. Joyce Country and Western Lakes Geopark – Irlandia
  6. Miné-Akiyoshidai Karst Plateau Geopark – Jepang
  7. Lenggong Geopark – Malaysia
  8. Algarvensis Geopark – Portugal
  9. Toratau Geopark – Rusia
  10. Dahar Geopark – Tunisia
  11. Manantiales Serranos Geopark – Uruguay

Penetapan ini menunjukkan bahwa kawasan dengan keunikan geologi tinggi terus mendapat perhatian dunia, baik dari sisi konservasi maupun pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Indonesia Belum Masuk Tambahan Terbaru

Dari daftar tersebut, tidak ada geopark baru yang berasal dari Indonesia. Padahal, Indonesia dikenal memiliki kekayaan geologi yang sangat beragam, mulai dari gunung berapi, kawasan karst, hingga situs fosil.

Walau demikian, sejumlah geopark di Indonesia sebelumnya sudah lebih dulu masuk dalam jaringan global UNESCO. Hal ini membuka peluang bagi kawasan lain di Tanah Air untuk menyusul di masa mendatang.

Program Geopark Global UNESCO sendiri mulai diperkenalkan pada 2015. Inisiatif ini bertujuan mengintegrasikan pelestarian alam dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Setiap geopark menggabungkan tiga aspek utama, yaitu konservasi lingkungan, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, geopark juga berperan dalam menjaga kearifan lokal serta budaya masyarakat sekitar.

Proses penetapan geopark dilakukan melalui evaluasi ketat oleh para ahli internasional sebelum disahkan oleh dewan eksekutif UNESCO.

Peluang Indonesia di Masa Depan

Meski belum masuk dalam daftar terbaru, peluang Indonesia untuk menambah jumlah geopark global masih terbuka lebar. Dengan potensi alam yang besar, pengelolaan yang baik dan berkelanjutan menjadi kunci agar kawasan-kawasan potensial dapat diakui dunia.

Upaya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengajuan geopark baru ke UNESCO.

 

Author: pangeranbertopeng