Jalanjalanmurah.web.id — Wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan kini memiliki semakin banyak alasan untuk keluar dari destinasi wisata populer. Jika sebelumnya perjalanan ke Negeri Ginseng identik dengan istana bersejarah, Pulau Jeju, museum, atau lokasi yang berkaitan dengan industri K-pop, tren terbaru justru menunjukkan meningkatnya minat terhadap tempat-tempat yang lebih sederhana.
Bakery lokal, tempat makan dengan harga terjangkau, hingga stasiun kereta kini mulai dilirik sebagai bagian dari pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya ingin melihat objek terkenal, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari dan cita rasa lokal di daerah yang mereka kunjungi.
Perubahan tren tersebut terlihat dalam proyek wisata nasional “100×100 Project” yang digelar Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bersama Korea Tourism Organization.
Melansir dari Kompas.com dari Korea Times pada Kamis (20/8/2026), program tersebut melibatkan 100 penulis perjalanan dan jurnalis. Mereka mengusulkan ribuan tempat menarik yang kemudian dikelompokkan ke dalam 100 kategori.
Masyarakat Korea Selatan kemudian ikut menentukan destinasi favorit. Lebih dari 40.000 orang memberikan sekitar 1,5 juta suara dalam proses pemungutan suara tersebut.
Bakery Lokal Mengalahkan Destinasi Ikonik
Salah satu hasil yang menarik perhatian adalah munculnya Sungsimdang, bakery legendaris yang berada di Daejeon, sebagai destinasi favorit.
Toko roti yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Daejeon itu menempati posisi pertama dalam kategori tempat wisata individu. Pencapaian tersebut cukup menarik karena Sungsimdang berhasil mengungguli sejumlah museum dan bangunan bersejarah yang selama ini lebih dikenal sebagai tujuan wisata Korea Selatan.
Popularitas bakery lokal juga terlihat dari masuknya Lee Sung Dang, toko roti legendaris di Gunsan, Provinsi Jeolla Utara, dalam jajaran destinasi yang banyak dipilih masyarakat.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa wisata kuliner mulai memiliki posisi yang semakin penting dalam perjalanan. Makanan lokal tidak lagi sekadar menjadi pelengkap setelah wisatawan mengunjungi objek wisata utama.
Bagi sebagian wisatawan, mencicipi makanan khas justru menjadi alasan untuk mendatangi sebuah daerah.
Dalam proyek 100×100, kategori tempat makan terjangkau menjadi salah satu tema yang paling banyak menarik perhatian. Setelah itu, masyarakat juga banyak memilih tempat bersejarah di daerah, destinasi kuliner musiman, serta wisata bakery lokal.
Tren ini menunjukkan bahwa pengalaman wisata yang autentik semakin diminati. Wisatawan dapat mengenal karakter sebuah daerah melalui makanan, toko lokal, serta tempat-tempat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Museum hingga Stasiun Kereta Ikut Jadi Pilihan
Meski kuliner mendapat perhatian besar, destinasi budaya dan sejarah tetap memiliki tempat tersendiri dalam pilihan wisatawan Korea Selatan.
National Museum of Korea di Seoul menempati posisi kedua dalam kategori tempat wisata individu. Museum tersebut tidak hanya menarik karena koleksi dan pamerannya, tetapi juga karena berbagai suvenir dan produk yang tersedia bagi pengunjung.
Keberadaan produk tersebut turut membuat museum semakin populer, khususnya di kalangan wisatawan muda yang ingin membawa pulang sesuatu dari perjalanan mereka.
Sementara itu, Jongmyo Shrine di Seoul dan Seongsan Ilchulbong di Pulau Jeju juga menjadi destinasi yang memperoleh banyak dukungan.
Seongsan Ilchulbong bahkan mencatat jumlah suara kumulatif tertinggi dari 22 kategori yang diikutinya. Destinasi di Pulau Jeju tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi populer untuk menikmati matahari terbit sekaligus melakukan pendakian.
Menariknya, proyek ini juga memperlihatkan perubahan cara wisatawan memandang tempat transit. Busan Station dan Gyeongju Station, misalnya, tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat untuk naik atau turun kereta.
Kedua stasiun tersebut mulai dianggap sebagai bagian dari pengalaman perjalanan dan destinasi yang layak dikunjungi.
Untuk membantu wisatawan menemukan berbagai pilihan tersebut, pemerintah Korea Selatan juga meluncurkan peta digital interaktif. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mencari destinasi berdasarkan wilayah maupun tema.
Peta tersebut juga memungkinkan pengguna melihat rekomendasi tempat menarik di sekitar lokasi yang dipilih. Bahkan, tersedia kuis kepribadian yang dapat digunakan untuk memperoleh rekomendasi perjalanan sesuai karakter dan preferensi masing-masing.
Perubahan tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman wisata di Korea Selatan semakin beragam. Wisatawan tidak harus selalu mengunjungi tempat yang megah atau terkenal untuk mendapatkan pengalaman menarik.
Menikmati roti dari bakery lokal, mencari makanan murah khas daerah, mengunjungi museum, hingga menjelajahi stasiun kereta dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal Korea Selatan dari sisi yang berbeda.