Liburan ke Gunungkidul? Waspadai Kemunculan Ubur-Ubur Beracun

Jalanjalanmurah.web.id — Bagi parw wisatawan yang berencana menghabiskan liburan di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, ubur-ubur beracun yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan impes mulai muncul di sejumlah pantai dan telah menyebabkan beberapa wisatawan mengalami sengatan.

Kemunculan biota laut ini dilaporkan terjadi di perairan Pantai Sepanjang. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat lima wisatawan menjadi korban sengatan ubur-ubur beracun saat beraktivitas di kawasan pantai.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan fenomena kemunculan impes memang terjadi setiap tahun. Menurutnya, periode pertengahan Juni hingga Agustus akan menjadi musim kemunculan ubur-ubur beracun di sepanjang pesisir selatan Gunungkidul.

“Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara Juli sampai Agustus,” ujar Marjono, Rabu (17/6).

Walaupun jumlah ubur-ubur yang muncul masih relatif sedikit, wisatawan tetap diminta berhati-hati saat bermain di sekitar pantai. Terlebih, ubur-ubur jenis ini kerap terdampar di bibir pantai sehingga mudah ditemukan pengunjung, terutama anak-anak yang menganggapnya sebagai benda unik untuk dimainkan.

Sengatan Bisa Menyebabkan Sesak Napas

Marjono mengingatkan wisatawan agar tidak menyentuh atau memainkan biota laut berwarna biru dan berbentuk menggelembung yang ditemukan di tepi pantai. Sebab, meski tampak tidak berbahaya, ubur-ubur tersebut memiliki racun yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Kami minta kepada wisatawan agar selalu hati-hati. Jangan memegang atau menjadikan mainan biota laut biru menggelembung di pinggir pantai,” katanya.

Sengatan impes umumnya menimbulkan rasa gatal, perih, dan sensasi panas pada bagian tubuh yang terkena. Namun, dalam kondisi tertentu, korban juga dapat mengalami gejala yang lebih serius, seperti sesak napas, pusing, hingga pingsan.

Karena itu, wisatawan yang mengalami sengatan diimbau segera mendatangi pos SAR terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

”Kalau ada yang terkena sengatan ubur-ubur busa segera ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Marjono.

Penanganan Darurat Saat Tersengat Ubur-Ubur

Apabila tidak memungkinkan untuk segera menuju pos pertolongan, korban dapat melakukan penanganan awal secara mandiri. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membilas area yang tersengat menggunakan air tawar.

Setelah itu, tentakel yang masih menempel di permukaan kulit perlu segera dilepaskan dengan hati-hati agar racun tidak semakin menyebar. Wisatawan juga disarankan menghindari menggaruk area yang tersengat karena dapat memperparah iritasi.

Dengan mulai masuknya musim kemunculan impes, pengunjung yang berlibur ke pantai-pantai di Gunungkidul diimbau untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan arahan petugas demi menjaga keamanan selama berwisata.

Author: pangeranbertopeng