Liburan ke Labuan Bajo? Hindari Jasa Ilegal

Jalanjalanmurah.web.id — Kasus penipuan terhadap wisatawan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, masih terus terjadi. Terbaru, seorang turis asal Tiongkok dilaporkan menjadi korban penipuan kapal wisata saat hendak menjelajahi Taman Nasional Komodo.

Menyikapi hal ini, Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, memberikan imbauan kepada para wisatawan agar lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan wisata ke destinasi populer tersebut.

Aloysius menyarankan agar wisatawan selalu memilih biro perjalanan wisata yang memiliki izin resmi dan hanya menggunakan pemandu wisata (tour guide) yang terdaftar secara legal.

“Tour guide yang sah bisa dikenali dari kartu identitas resmi sebagai pramuwisata,” jelas Aloysius.

Dengan memilih pemandu yang telah terverifikasi, wisatawan bisa meminimalkan risiko penipuan dan mendapatkan informasi yang akurat serta pelayanan yang sesuai standar.

Warga Diminta Jaga Etika dan Budaya Ramah

Ia juga mengajak masyarakat lokal untuk tetap menjaga sikap ramah dan santun kepada wisatawan, sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. Etika dalam menyambut tamu merupakan bagian penting dalam industri pariwisata yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, Aloysius juga menekankan pentingnya pelayanan prima dari seluruh pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo, termasuk pengemudi wisata, tour guide, kru kapal, staf hotel, dan restoran.

Berikut adalah standar pelayanan yang perlu diperhatikan:

1. Penampilan Rapi dan Sopan

Pelayan wisata diharapkan menjaga kebersihan diri, berpakaian rapi, dan bersikap sopan agar menciptakan kesan profesional.

2. Ramah dan Responsif

Setiap petugas pelayanan harus bersikap ramah, mudah diajak bicara, dan cepat tanggap terhadap pertanyaan atau keluhan pelanggan.

3. Cepat dan Tepat

Pelayanan harus diberikan dengan cepat, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan wisatawan. Informasi yang disampaikan juga harus akurat.

4. Memberikan Kenyamanan

Penting untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, serta memastikan proses layanan tidak berbelit-belit dan mudah dipahami oleh semua tamu, baik lokal maupun mancanegara.

“Semua pihak harus bersama-sama menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan dengan memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu yang datang,” pungkas Aloysius.

Author: pangeranbertopeng