Travel Warning Australia Soal Bali, Kadispar Pastikan Aman

Jalanjalanmurah.web.id — Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak berlibur ke Bali. Langkah ini menyusul banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Pulau Dewata dalam beberapa hari terakhir.

Dalam situs resmi Smart Traveller yang dirilis Kamis (11/9/2025), DFAT mengingatkan bahwa curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan banjir bandang, termasuk di kawasan wisata populer. Kondisi ini dinilai bisa mengganggu transportasi darat dan aktivitas masyarakat.

“Hujan deras dapat menyebabkan banjir di kawasan perkotaan, termasuk Bali dan Jabodetabek. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan. Hindari berjalan kaki atau berkendara di wilayah banjir karena sangat berbahaya,” tulis peringatan tersebut.

Bali Tegaskan Kondisi Terkendali

Meski banjir sempat melumpuhkan sejumlah titik, Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, memastikan situasi berangsur normal. Ia menegaskan bahwa aktivitas pariwisata masih berjalan sebagaimana mestinya.

“Banjir memang terjadi, tetapi hanya berlangsung beberapa jam. Begitu hujan mereda, air perlahan surut. Saat ini kondisi Bali aman untuk wisatawan,” jelas Sumarajaya lewat pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa akses utama, termasuk jalur dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, tidak mengalami gangguan berarti. Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga turun langsung memimpin langkah pemulihan dan koordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten terdampak.

Sebaran Titik Banjir

Data BNPB yang dirilis Kamis (11/9/2025) menunjukkan lebih dari 120 titik banjir tersebar di tujuh kabupaten/kota di Bali. Konsentrasi terbesar berada di Kota Denpasar dengan 81 titik genangan. Wilayah lain yang terdampak meliputi Gianyar (14 titik), Badung (12 titik), Tabanan (8 titik), serta Karangasem dan Jembrana yang masing-masing mencatat empat titik.

Penyebab utama banjir adalah meluapnya Sungai Badung setelah hujan lebat mengguyur lebih dari 24 jam. Genangan air menutup akses jalan di sejumlah lokasi sehingga menyulitkan tim SAR untuk melakukan evakuasi.

Korban Jiwa dan Upaya Penanganan

Banjir di Bali tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga memakan korban. Hingga Kamis pukul 11.00 WIB, BNPB mencatat 14 orang meninggal dunia dan dua orang masih dalam pencarian.

Rinciannya, delapan korban berasal dari Denpasar, dua dari Jembrana, tiga dari Gianyar, dan satu korban dari Badung. Pemerintah daerah bersama Basarnas, BPBD, dan relawan masih terus melakukan evakuasi serta pemetaan lokasi terdampak.

Meski bencana ini menimbulkan kekhawatiran, Sumarajaya menegaskan bahwa Bali tetap kondusif bagi wisatawan. Hotel, restoran, dan destinasi wisata masih beroperasi normal. Pemerintah provinsi juga menyiapkan langkah perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

“Kami terus berkoordinasi agar pemulihan berlangsung cepat. Wisatawan tidak perlu khawatir karena destinasi utama tetap dapat dikunjungi,” ucap Sumarajaya.

Dengan langkah mitigasi cepat dari pemerintah daerah dan dukungan penuh aparat, diharapkan situasi Bali segera pulih sepenuhnya sehingga kepercayaan wisatawan mancanegara tetap terjaga.

Author: pangeranbertopeng