Jalanjalanmurah.web.id — Lion Group melaporkan beberapa rute penerbangan Wings Air terpaksa batal terbang sementara waktu imbas dampak erupsi Gunung Lewotobi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dimulai pada Selasa (12/11/2024).
“Lion Group memberikan informasi terbaru terkait layanan penerbangan yang masih mengalami pembatalan sementara per 14 November 2024, akibat penyebaran abu vulkanik dan erupsi Gunung Lewotobi,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, melansir dari siaran resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (15/11/2024).

Penerbangan Wings Air yang dibatalkan
Rute-rute penerbangan Wings Air yang terdampak dan dibatalkan sementara waktu adalah:
- Kupang-Maumere-Kupang (empat kali penerbangan)
- Kupang-Ende-Kupang (empat kali penerbangan)
- Kupang-Bajawa-Kupang (dua kali penerbangan)
- Kupang-Ruteng-Kupang (dua kali penerbangan)
- Maumere-Labuan Bajo-Maumere (dua kali penerbangan)
- Ende-Labuan Bajo-Ende (dua kali penerbangan)
- Bajawa-Labuan Bajo-Bajawa (dua kali penerbangan)
“Penerbangan Lion Group (Lion Air, Wings Air, Batik Air) lainnnya yang tidak disebutkan di atas, operasional telah kembali berjalan setelah bandar udara dan ruang udara dinyatakan aman untuk penerbangan dan memenuhi standar keselamatan,” terang Danang.
Selain itu, dia juga menambahkan, pelaku perjalanan Wings Air yang mempunyai tiket pada rute terdampak ini, Lion Group menyediakan opsi perubahan jadwal penerbangan (reschedule) atau pengembalian dana tiket (refund) sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Sebagai informasi, Danang menyebut, berdasarkan pemberitahua resmi (NOTAM) dari AirNav Indonesia, beberapa bandara yang operasionalnya ditutup sementara yakni:
- Bandara Soa Bajawa (BJW) – NOTAM Nomor C1848/24
- Bandara Frans Sales Lega Ruteng (RTG) – NOTAM Nomor C1844/24
- Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere (MOF) – NOTAM Nomor C1842/24
- Bandara H. Hasan Aeroboesman Ende (ENE) – NOTAM Nomor C1835/24
“Lion Group akan terus memantau perkembangan situasi ini melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait demi memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelanggan, awak pesawat, serta staf di bandara,” tutur Danang.